Selasa, 24 Maret 2009

Kebutuhan Akan Penggunaan Sendok dan Garpu Semakin Meningkat

Pendahuluan

Sendok adalah alat makan yang memiliki cekungan berbentuk oval atau bulat lonjong di satu ujung dan gagang di ujung lainnya. Di Indonesia sendok umumnya dipegang di tangan kanan untuk mengambil makanan dari piring atau mangkuk dan menyuapkannya ke mulut, sementara garpu yang dipegang di tangan kiri membantu memasukkan makanan ke sendok.

Macam dan Jenis Sendok
- Sendok makan
- Sendok sayur
- Sendok teh
- Sendok kopi
- Sendok nasi
- Sendok sop
- Sendok sirup
- Sendok es krim
- Sendok kue tart

Pejelasan dan Kegunaan

Sendok, dengan bentuk lengkungannya, berfungsi untuk mengambil makanan (yang kemudian disebut dengan menyendok) dan untuk selanjutnya dimasukkan ke mulut. Ia juga mempunyai fungsi tambahan dikala terpaksa, misal untuk memotong daging atau lauk pauk lain yang terlalu besar untuk dimasukkan mulut dalam sekali caplokan. Sendok kadangkala juga dipakai untuk mengoles, bisa mentega, selai, putih telur, minyak dan lain-lain. Biasanya ini adalah cara darurat karena tidak bisa menemukan alat olesan standar.

Garpu, dengan tiga tala-nya, juga berfungsi untuk membawa makan ke dalam mulut, dengan cara ditancapkan ke makanannya (biasanya daging, atau lauk pauk lain) dan makanan masuk mulut. Garpu juga berfungsi untuk menahan lauk pauk tatkala dipotong oleh sendok. Tujuannya biar daging atau lauk pauk tidak mencelat atau meloncat saking alotnya dipotong. Namun fungsi lain garpu yang sebenarnya teramat penting adalah menahan makanan yang ingin disendok oleh sendok. Bayangkan kalau kita makan nasi dengan sendok saja. Butir-butir nasi pertama bisa kita sendok tanpa bantuan alat lain karena isi piring masih penuh. Tetapi giliran butir-butir terakhir di kala piring sudah hampir kosong, kalau tidak ada garpu, alhasil, kita pakailah jari-jari tangan kiri kita untuk menahan buliran nasi tersebut. Padahal nenek kita mengajarkan untuk tidak menggunakan tangan kiri untuk makan, saru! Jadi Garpu adalah komplemen bagi Sendok. Tanpa Garpu, Sendok akan kelabakan membantu manusia meraup makanan.

Sendok dan garpu juga menghasilkan harmoni. Ketika kita makan sepiring nasi dengan sendok dan garpu, perhatikan dentang denting bunyi sendok dan garpu beradu dengan piring (terutama beling ya) dan beradu satu sama lain. Denting itu terdengar seperti suara balera yang dipukul sebelum sebuah pertunjukkan marching band dimulai. Harmoni suara sendok dan garpu saat makan seperti mengantarkan kita kepada perut kenyang dan terbaharuinya energy kita. Harmoni yang didapat dari kerjasama tangan kanan dan tangan kiri yang pastinya perlu keselarasan mekanik yang diproses dalam kepala kita.

Sendok dan garpu adalah partner. Satu sama lain saling membutuhkan saat waktu makan tiba. Dengan nasi dan lauknya, sendok dan garpu bergantian tugas mengangkut, menyuapkan dan merapikan makanan tersebut. Fungsi sendok tak dapat digantikan oleh apapun, kecuali garpu. Pergantian fungsi ini biasanya dilakukan oleh orang bule ketika makan nasi. Sedangkan fungsi garpu terkadang digantikan oleh sendok, seperti yang dilakukan ibu saya ketika tak menemukan garpu, maka sendok ia jadikan alat bantu ketika harus memotong daging supaya ya itu tadi, tidak mencelat..hehehe..

Sendok dan Garpu juga bukti cinta. Seperti souvenir perkawinan dari seorang kawan. Tumben memang diberi suvenir yang tidak konservatif seperti kipas, bunga plastik, block note kecil, atau boneka. Juga, untuk ibu-ibu yang tidak membawa tas besar, sebenarnya agak bingung juga untuk menyimpan sendok dan garpu tersebut. Tapi setelah mengamatinya, sendok dan garpu itu punya makna lebih. Paling tidak untuk kawan yang telah lama menunggu-nunggu belahan jiwanya. Seperti sendok yang telah menemukan garpunya, untuk bersama-sama menyendok dan menyuapkan makanan dan menemukan harmoni didalamnya....



Dampak Positip

Sendok dapat terbuat dari berbagai material. Yang paling umum adalah logam, tapi juga pada jaman dulu dari kayu. Ada juga sendok yang terbuat dari plastik, umumnya dirancang agar dapat digunakan sekali dan kemudian dibuang.

Banyak masyarakat yang menggunakan sebagai alat untuk membantu menakar obat cair, dengan aturan pakai menggunakan sendok. Apabila pada etiket obat ditulis sendok teh misalnya, selain itu juga sendok digunakan untuk menakar pabrik obat sekarang melakukan innovasi bentuk sendok yang disebut sendok takar.

Bentuk pipih berubah menjadi bulat seperti botol.
Sendok tersebut menampilkan beberapa angka volume cairan. Ada angka yang menunjukkan volume 2,5 ml atau 5 ml misalnya.selain itu juga sendok bisa sebagai alat potong daging seperti halnya kita makan daging dengan

Dampak Negatif

Pemakaian logam sebagai bahan dasar pembuatan sendok dan garpu yang terlalu berlebihan mengakibatkan berkurangnya SDA (Sumber Daya Alam), seperti : almunium dan besi yang sering sekali dijadikan bahan dasar. Apabila sendok dan garpu digunakan dengan waktu yang lama akan terjadi pengkaratan pada logam bahan dasar tersebut, sehingga pada waktu konsumsi akan masuk kedalam mulut secara tidak langsung akan meracuni tubuh yang mememakai sendok dan garpu tersebut.

Solusi Untuk mengatasi dampak negatif diatas

Merubah bahan dasar pembuatan sendok bisa dengan kayu atau plastik. Atau dengan mengurangi pemakai bahan dasar logam yang berlebihan, jadi bisa dengan campuran bahan lain yang masih mudah dicari di alam. Bisa waktu memakan makanan tidak lagi bergantung pada sendok dan garpu, yaitu mengunakan tangan kita sendiri. Tapi disarankan waktu makan yang berkuah menggunakan sendok.